Menjadikan Usaha Kita Tumbuh 4 - Innovasi

19:44 Unknown 4 Comments



Salam entepreneur, sukses selalu..

Tak terasa ni sudah mau masuk minggu ke lima saya belajar entrepreneur di UNIVERSITAS CIPUTRA ENTEPRENEURSHIP ONLINE (UCEO),
Saya sangat suka dengan materi-materi yang di sampaikan oleh para pemateri di UCEO di minggu ke 4 ini, terutama materi yang di sampaikan oleh bapak Nur Agustinus dan Denny Bernardus.

Dalam kompetisi usaha itu semakin hari semakin ketat, Setiap perusahaan mencari celah peluang pasar. Perusahaan dapat memilih pada fokus akan biaya rendah atau fokus pada kualitas tinggi agar bisa selalu terdepan. Model bisnis menjadi sebuah hal yang penting dalam kesiapan perusahaan menghadapi persaingan.
Yang sangat erat dengan model bisnis adalah proses bisnis. Proses bisnis yang efektif dan efisien akan menghasilkan layanan/produk sesuai harapan pelanggan. Perusahaan tidak boleh cepat puas dengan model bisnis yang sedang dijalankan dan harus memikirkan model-model bisnis lain yang mungkin akan meningkatkan efisiensi perusahaan atau meningkatkan kualitas layanan dan produk.
Inovasi apa yang bisa dilakukan? Ada sepuluh jenis/tipe inovasi. Orang seringkali hanya terfokus pada inovasi produk, padahal ada banyak jenis inovasi yang lain. Diantaranya 10 jenis dalam berinovasi adalah berikut, dalam 3 klasifikasi besar.

CONFIGURATION (inovasi ke dalam)
-
Profit model
- Network ( membangun jaringan yang baik dengan konsumen dll )
- Structure ( berinovasi dalam mengelola di bidang finance. HRD, aset dll )
- Proses ( berinovasi dalam pemprosesan suatu produk dll )
OFFERING/PENAWARAN (inovasi produk)
- product performance ( berinovasi dalam produk itu sendiri )
- product
system ( product dan servis itu dikombinasikan dll )
EXPERIENCE (menawarkan pengalaman bagi customer kita untuk berinteraksi dengan kita)
- Service
- Channel ( membuat sebuah link baru, yang dapat menghubungkan ke perusahaan dll)
- Brand ( merek, relevansi, product life cycle dll )
- Customer Engangement  (bagaimana konsumen dapat betah pada perusahaan kita dll)

Ada sebuah strategi dalam value innovation/ inovasi nilai yang bernama Blue Ocean Strategy/ strateri samudra biru, apa itu? misal kita ketahui ketika kita memiliki suatu produk yang umum, tentu kita akan berkompetisi dengan berdarah-darah, ini adalah contoh dari samudra merah. Dalam strategi Samudra Biru itu sebaliknya, kita harus membuat usaha kita berbeda dari yang lain agar kita tidak berkompetisi dengan berdarah-darah.
Inilah yang harus kita pahami dalam value innovation. Value innovation pada dasarnya adalah bagaimana kita memberikan nilai tambah kepada pelanggan kita, artinya kita menyampaikan value namun tidak hanya value yang kita sampaikan, tetapi kita harus bisa menurunkan biaya.
jika kita hanya berpikir atau berfokus pada nilai tambah saja, tentunya akan berakibat pada penambahan biaya. Contoh sederhana, “O, saya ingin memberikan inovasi berupa setiap pelanggan yang datang ke tempat saya, saya beri minum”. Menambahkan minum berarti menambahkan biaya. Pelanggan akan mendapatkan hadiah, maka menambahkan biaya. Semua itu berhubungan dengan cost/ biaya. Akibatnya apa? Dalam persaingan yang begitu ketat, di luar harga yang makin murah membuat kita sulit sekali untuk bersaing dalam hal harga.
Value innovation harus berpikir bagaimana menaikkan value tapi mengurangi biaya. Contonya  dalam bisnis kuliner, piringnya tidak menggunakan piring biasa seperti kaca dll tetapi menggunakan bambu atau rotan. Piring rotan ini sebetunya merupakan sebuah value innovation. Kenapa? Dengan menggunakan piring dari rotan ini yang biasanya ditambahkan alas berupa kertas coklat itu, kita tidak perlu lagi harus mencucui piring. Dengan demikian bisa mengurangi biaya tenaga kerja mencucui piring. Lalu kita juga bisa mengurangi resiko piring pecah. Disinilah letaknya bahwa ada inovasi yang kita lakukan tapi menurunkan biaya, Itu lah yang di sebut value innovation.

Nah kemudian ada sebuah prnsip yang mengatakan “seorang entrepreneur  yang sukses membangun dan bekerja lewat organisasinya dalam tahap apa pun bisnis Anda usahakan membangun organisasi”
Dalam mengghadapi masalah dalam organisasi, berikut akan saya sharingkan sebuah standar perilaku bagi anggota organisasi dalam sebuah organisasi yang Intrapreneurial, atau bisa di sebut dengan intrapreneur bintang.



Intra-preneur adalah anggota organisasi usaha skala menengah atau besar yang berperilaku entrepreneurial. Maksudnya adalah bahwa seorang karyawan tidak sama dengan intrapreneur jikalau dibedakan dalam perilaku. Karyawan yang berperilaku entrepreneurial adalah intrapreneur. Namun sebaliknya karyawan yang tidak berperilaku entrepreneurial, dia adalah karyawan.
Sebuah bintang terdiri dari dua segitiga. Demikian juga dengan intrapreneur bintang. Intrapreneur bintang terdiri dari dua segitiga yang mencerminkan sebuah sosok dan yang kedua adalah interaksi sosok tersebut dalam sebuah organisasi.

Yang pertama tentang kualitas sosok intrapreneur bintang.


1. Seorang intrapreneur bintang seharusnyalah memiliki pola pikir yang konstruktif.
Pola pikir yang fokus pada hasil. Seorang intrapreneur bintang memiliki pola pikir yang memecahkan masalah-masalah organisasi. Dia juga berorientasi pemikiran jangka panjang.




2. intrapreneur dengan pola sikap positif.
Sikap yang menyenangkan. Bagaimana keberadaaan dari intrapreneur itu dapat mewarnai organisasi menjadi gembira bukan sebaliknya menjadi takut. Seorang intrapreneur bintang juga hendaknya memiliki pola sikap yang terbuka, yang fleksibel, namun tetap bertanggung jawab.





3. Pola tindak yang produktif.
Pola tindak seorang intrapreneur bintang mencerminkan seorang sosok yang proaktif. Dia sosoknya cepat tanggap dalam bertindak. Dia juga seorang yang clean dan clear.




Dan segitiga intrapreneur bintang yang kedua yaitu interaksi intrapreneur bintang dengan organisasinya.




1. menjadi lawan bicara.
Bagaimana seorang intrapreneur bintang secara aktif dan konstruktif terlibat menyumbangkan pemikiran untuk mencapai tujuan bersama.





2. menjadi teman berpikir.
Seorang intrapreneur bintang menjadi teman berpikir bahwa sikap positif seperti apa yang diperlukan untuk menerima atau sebaliknya menyampaikan ide atau gagasan guna mencari solusi bersama.



3. menjadi mitra bertindak.
Tindakan produktif bersama apa yang dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan organisasi.





Secara keseluruah, seorang intrapreneur bintang menjadi memiliki sosok pola pikir yang konstruktif, pola sikap yang positif, pola tindak yang produktif. Dalam interaksinya, seorang intrapreneur bintang menjadi teman berpikir, menjadi lawan bicara dan menjadi mitra bertindak.

Demikin postingan kali ini semoga bermanfaat, salam entrepreneur..

4 comments:

  1. Salam Interpreneur. Terima kasih, luar biasa tugas refleksinya. Saya menjadi lebih memahami bagaimana seorang intrapreneur bintang dalam organisasi. sangat bermanfaat dan menambah wawasan.

    ReplyDelete
  2. bermanfaat banget ni (y)
    makasih ilmunya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduuh makasih ni . mari saling berbagi ilmu :)

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete